Komunitas Pelajar & Peneliti Indonesia Halle, Jerman

Media Informasi pelajar dan peneliti Indonesia di kota Halle (Saale)

Montag, Dezember 04, 2006

Beberapa pendapat mahasiswa/i Indonesia

(Gue memilih Halle) karena Halle bagus, apalagi jurusan yang gue ambil lumayan di atas rate nya.:). Halle kota pelajar, cocok buat yang pengen serius kuliah. Uninya lumayan oke. Dosen-dosennya baik dan pengertian. Orang-orangnya ramah. Nggak banyak anak-anak Indonya. … Dosen-dosennya semua berkualitas; pokoknya nggak kalah sama dengan yang di barat (Jerman). … Halle kota bersejarah, terutama pas jaman Jerman Timur dulu. Kultur dan pemandangannya juga ngga kalah bagus. … (saying) tata kotanya sempit, jadi kesannya Halle “mengecil”. Shopping centernya banyak yang belum lengkap.

Mia (Jakarta),
Mahasiswi Sprach- und Literaturwissenschaft



Halle menurut gue OK-OK aja, kotanya kecil dan cocok buat tempat kuliha. Sarana belajarnya juga lumayan bagus. Yang menurut gue penting juga, kuliah di sini masih gratis…mudah-mudahan aja tetap begitu. … Waktu jaman sebelum Jerman bersatu, sekolah gue ini adalah salah satu sekolah buat para pelajar elit, karena kualitas dan sejarahnya. Apalagi di bidang seni murni. Sekarang, dalam bidang disain juga ngga kalah menarik. Selain proyek dalam dan luar studi, juga ditawarkan banyak seminar menarik, yang mendatangkan ahli-ahli terkemukda di negara ini atau tamu-tamu internasionalnya.

…Kehidupan disini relatif murah kalo disbanding kota lain di Jerman, apalagi kota-kota di barat. Bagi yang suka keluar malam, juga ada banyak tawaran tempat-tempat menarik buat para pelajar – apalagi kalo awal semester. Yang penting di Halle, pelajar Indonya kompak selalu.

Irvan (Jakarta) www.warna-warni.de,
Mahasiswa Design Communication, University of Art and Design Halle.



Jujur aja, pengennya sih studi di kota yang lebih gede, tapi keterimanya di Halle.…Ngga ada pilihan lain…. Pendapat pribadi sih, vorklinik di Halle itu susah... banyak praktikum, ujian kbanyakan lisan,kuliahnya pk sistem persyaratan (kl ga lulus biologi,ngga bs ambil Biochemie,dll) .Tp bagusnya...Untuk bedah mayat, setidaknya tiap orang dapat satu bagian tubuh buat dibedah sendiri, ngga gotong-royong, ngga rame-rame… Studi di Halle belum bayar, jumlah mahasiswa lebih sedikit, praktikum ngga dibagi-bagi kedalam kelompok2, maksudnya: semua mahasiswa praktikum secara bersamaan dalam semester yang sama.Menurut majalah Der Spiegel, ranking Halle juga skrg lg `naik daun` (untuk kategori pengajaran)...Mungkin sebabnya, jmlh mahasiswa yg relatif lbh sedikit dbanding Univ2. lain, jadinya proses perkuliahan jd lbh optimal. Uni Halle sgt bangga dg anatomi syarafnya...tdk seperti Universitas kbykan ,Halle menawarkan Neuroanatomi kurs/praktikum bagi para mahasiswanya.
Selain itu...kampus2 ada ditengah kota, kecuali klinik. Biarpun kuliah beda-beda gedung, masih bisa dijangkau dengan kaki, tram atau sepeda. Pilihan buku di perpustakaan luamayan banyak… yang ngga kebagian buku juga masih ada kesempatan, biasanya anak-anak semester atas ngadain pasar buku (Buechermarkt) tiap awal semester, disini buku2 harganya jauh lebih murah dari yang di toko. Studentenrat (senat mahasiswa) juga jual jas laboratorium atau Handschuhe dg harga yg lbh murah..Ga kalah pentingnya, cewek-ceweknya cantik-cantik, menambah gairah hidup kalo misalkan lagi depresi ngga lulus ujian…

Di Halle murahhhhhh… ada semesterticket (bkn biaya transportasi jauh lbh murah)… mau kemana-mana cepat... letaknya di tengah Jerman .. mau cari tempat tinggal relatif gampang dan cepat ... d Halle jg ada mesjid..lumayan besar,2 tingkat..jd kesempatan buat Solat jumat atopun Solat Ied ga terhambat ... Jeleknya, Halle sepi, ngga ada tempat main. Ada sih, tapi itu-itu lagi,g byk pilihan. Orangnya ngga ramah (ini relatif, tapi kynya orang Halle mood nya jelek melulu, schlecht gelaunt). Orang Indonesiannya sedikit… pilihan buat makan diluar juga relatif kurang.

Derry (Bandung),
Mahasiswa Medizin




Kebetulan posisi (riset) yang ada di Halle memang pas dengan background yang aku punya. Dengan kata lain, akan lebih mudah cari posisi, kalau kita punya skill yang dibutuhkan. … Riset di Halle cukup up-to-date, laboratoriumnya juga cukup bagus fasilitasnya, selalu ada seminar atau lecture dari orang-orang yang benar-benar mumpuni di bidangnya, untuk menambah pengetahuan kita. … Riset disini, more or less, sama kualitasnya dengan riset di tempat-tempat lain di Jerman… Kota Halle enak untuk studi, ngga terlalu rame, tapi juga ngga terlalu kecil atau sepi. Kota ini masih kurang welcome terhadap orang asing, atau mungkin lebih baik dibilang, kurang multikultural.


Ivy (Surabaya),
kandidat doktor Plant Biochemistry




sebenernya ga milih (Halle) si. soalnya satu-satunya zulassung yang gw dapet bwt medizin emang cuma dari halle. jadi mau ga mau mesti di halle juga.menurut gw, Halle tu kota Student. Soalnya kalo gw jalan kemana aja ketemunya student lagi student lagi. apalagi kalo lo tinggal di daerah deket deket kampus. kerasa bgt suasana kuliahnya. Sebenernya juga kotanya pas bgt bwt yang mau bener-bener serius kuliah. suasananya ngedukung ko. setau gw bwt fach medizin, rank.nya Halle lumayan bagus. Masuk 5 besar rank. Universitas terbaik di deutschland. Kalo program studinya sendiri si, di halle masi pake sistem yang lama. Masih ada vorklinik dan Klinik. soalnya sekarang ada beberapa uni yang udah ga pake sistem itu lagi. Halle kotanya tenang. maksud gw tenang = sepi. Typisch kota kota di Ost-Deutschland lah.
Tapi kelebihannya dari kota lain, mungkin karena halle tu Kulturstadt. Di halle lo bisa nemuin museum Beatles, ada Händelhaus, Saale, dll yang berbau kultur kultur gt.1 yang paling gw ga suka dari Halle, orang-orangnya ga ramah. ga semua si emang tapi kebanyakan. trus kaya yang gw bilang tadi, kotanya sepi bgt.ngebosenin bwt gw. hiburannya juga ga banyak. bwt yang suka shopping, shopping centernya juga dikit bgt. ga banyak pilihan. bwt yang suka makan, di Halle pilihannya jg ga banyak. apalagi bwt kita-kita student yang duitnya ga banyak tapi pengen dapet makanan porsi gede, lo bakal end up di Asia Bistro, Doner laden, Mensa, Mcd, burger king, ato Subway. itu itu terus tiap hari. bosen kan? intinya kalo bwt gw, Halle tempat bwt kuliah aja, kalo mo cari hiburan lo mesti cari di luar Halle.

Lia (Malang),
Mahasiswi Medizin


Katanya sih Studienkollef di Halle ngga sesusah di Studienkolleg lain. … Alasan lain, ada orang Indo yang udah aku kenal duluan di Halle, jadi bisa ditanya-tanya kalo ada apa-apa. … Studi di Halle tergolong murah, kotanya enak buat belajar. … Halle ngga terlalu rame kotanya, tapi ngga sepi-sepi banget. Banyak tempat enak buat ngafe-ngafe.. Anak-anak Indo di Halle lumayan kompak, saling bantu kalo ada apa-apa. Biaya hidup di Halle murah. Verbindungnya bagus. … Suasana di Halle ngga nyaman buat orang asing.

Pipiet (Bandung),
pelajar di Studienkolleg Halle





Saya diterima di beberapa fakultas ekonomi seperti di Kiel, Halle dan Freiburg, serta tawaran dari Goettingen. Dengan beasiswa, saya bisa memilih di mana saja saya suka. Karena program yang ditawarkan Halle cocok dengan minat spesifik dan rencana kedepan, saya memutuskan studi di Halle. Awalnya, saya juga tidak kenal kota Halle, hanya program yang ditawarkannya. Untuk jenis ini, yang di Halle adalah satu-satunya di Jerman. Kebetulan, program tersebut bekerjasama dengan salah satu institut riset ekonomi terbaik di Jerman. Di Halle juga ada beberapa profesor terkenal yang sesuai dengan minat riset saya. Udah terkenal, ramah dan punya waktu lagi kalo ditanyain atau diminta bantuan....

Pusat kota Halle cantik; tipikal kota jaman tengah. Halle terkenal karena ia dulu pusat Pietisme dan pencerahan Eropa. Kotanya tidak terlalu besar (lagipula, saya kurang suka kota besar). Sementara Wittenberg, kotanya klasik banget. Kita sering seminar dan kuliah disana. Saya juga senang, karena orang Indonesianya tidak terlalu banyak (kalo terlalu banyak, ntar malah gosip melulu… atau malah bertengkar, seperti di kota-kota lain di Jerman... hehehe). Orang Indo yang datang ke Halle biasanya untuk studi, atau dipaksa untuk studi…hehehe. … ada sungai mengalir di tengah kota, plus kawasan untuk hutan kota, bagus buat jalan atau olahraga. …Kelemahan Halle adalah kemunculan kelompok anti orang asing, tapi ini efek dari transisi penyatuan Jerman, tingkat pengangguran, reformasi negara-kesejahteraan, membanjirnya pendatang, dll. Ini kecenderungan umum di seluruh Eropa (di Inggris, Swedia, Denmark, Perancis, dll), bukan cuma di Jerman …

Kantin mahasiswanya murah, variatif, sehat dan banyak...hehehe. Universitas gratis: siapa saja yang berminat dan mampu, bisa sekolah. Anak-anak Jerman dari timur banyak yang pintar-pintar (mungkin karena SMA-SMA terbaik di Jerman rata-rata adanya di timur), mereka kalo ngomong biasanya irit, tapi analitiknya bagus banget. … Di musim panas, ada pentas teater di lapangan terbuka, karcisnya juga murah untuk mahasiswa. Ada juga cafe untuk musik alternatif atau nonton film independen, keren.

Sonny (Manado),
Mahasiswa Empirische ヨkonomik




Kebetulan saya lulusan Studkol Halle, jadi saya udah merasa nyaman aja dengan kota Halle. …Kotanya bagus, tidak terlalu ramai, tapi tidak sepi. Tempat-tempat untuk jalan, main juga tidak banyak jadi bias belajar lebih baik. Godaan seperti itu cuma sedikit. Fasilitasnya juga baik, perpustakaan yang memadai. Halle belum bayar Studiengeb・ren.

Kota Halle tidak terlalu modern, tapi ngga desa-desa amat. Setidaknya masih ada yang bisa dilihat. Halle punya nilai kultur yang tinggi, bangunan-bangunan lama dengan arsitektur bagus. Biaya hidup juga relatif rendah....Yang saya dengar dan baca, katanya Medizin Uni Halle masuk rangking 5 besar, baik di bidang riset, materi belajar, ataupun hubungan dengan dosen atau profesor.

Cuma, di Halle masih ada orang yang anti ama orang asing, tapi syukur belump ernah mengalami sendiri. Di Halle kurang banyak tempat kerja buat para student, jadi yang mau kuliah sambil kerja agak sulit juga. Paling, kerjanya waktu liburan musim panas, di kota lain.

Micka (Medan),
Mahasiswi Medizin





Aku pilih Halle karena jurusan yang ada di Halle lebih menarik. Kotanya lebih sepi dan tenang.

Ningsih (Medan),
Mahasiswi Ernaehrungswissenschaft








Aku memilih Halle, karena dari awal udah keterima di Halle... saat lulus Studienkolleg pas Sommersemester. Jurusan yang aku mau ambil bukanya di Uni Halle juga pas Sommersemester. ... Menurutku Halle nicht schlecht, kalo dibanding dengan pendapat orang-orang yang ngga kuliah di Halle. Profesor-profesornya pintar-pintar, freundlich, terus kalau mau tanya tentang pelajaran mereka welcome aja. Aku dengar dari teman aku di Uni lain, kalo mau ngomong atau tanya sama profesor, harus bikin Termin sampai sebulan. ... Jurusanku di Uni-Uni Jerman sama saja....
Biaya hidup lebih murah di Halle dibanding kota-kota besar lain di Jerman. Sering ada “Sale“. Kotanya juga bagus kok. ... Aku kurang suka sama orang sini yang masih menganggap orang asing negatif, tapi ngga semua berpikir seperti itu.

Della (Bogor),
Mahasiswi Wirtschaftsingenieurwesen




(Aku memilih Halle) karena jurusan Sprechwissenschaft (seperti ilmu bicara, fonetik, gangguan suara, seni bicara) hanya ada di halle... Di Halle belum bayar uang kuliah, ongkos sewa rumah ngga terlalu mahal, Universitasnya besar. ... Kotanya, kota tua dan tidak terlalu besar. Disini juga ada banyak mahasiswa. .. aku sedikit takut sama orang yang tidak suka orang asing, oleh karena itu aku pilih rumah di kawasan dalam kota.

Larissa (Jakarta/Muenchen),
Mahasiswi Sprechwissenschaft



Halle begitu cocok dan kondusif untuk belajar, serta melakukan penelitian musik atau seni pada umumnya. ... Dari kota ini saya bisa belajar banyak tentang peralihan budaya musik Eropa dulu dan kini. Hampir setiap malam tedapat kegiatan kesenian yang sangat signifikan dari berbagai jaman dengan berbagai perbedaan gaya dan estetikanya. Melalui ini pula saya bisa belajar bagaimana orang menghormati budaya musik masa lalu, bagaimana para komponis mencerminkannya melalui karya-karya baru dengan ekspresi masa kini.... Selain sumber-sumber musik Eropa menjadi topik utama, di Program Studi Musik Uni Halle juga terdapat berbagai referensi lain yang bersumber dari musik dari belahan dunia lainnya, salah satunya dari Indonesia!!! Yang belum semua ada di universitas lain di Jerman!!.

…Halle merupakan kota yang cantik dengan berbagai peninggalan budaya masa lalu yang sangat penting untuk bahan belajar masa kini. Fasilitas tempat-tempat pertunjukan seni (musik, teater,…) yang sangat lengkap dan canggih memuaskan keingintahuan kita tentang budaya Jerman (dan Eropa) masa lalu dan kini. Tentunya dengan kualitas pertunjukan seni yang juga sangat profesional!!! Sampai saat ini saya belum merasakan „ketidaksukaan“ saya di kota Halle! Mudah-mudahan tidak menemukannya. Dan saya kira saya sulit untuk mendapatinya …….

Yudi (Bandung),
kandidat doktor Musikpaedagogik

4 Kommentare:

Anonymous Anonym meinte...

Halo kenalkan saya fauzan dari ITB bandung. Rencananya, sekitar oktober ini akan berada di halle untuk ambil studi doktor di fak.matematika dan informatika, automatic control group-MLU. Saya sedang mencari komunitas pelajar indonesia yg ada di halle, untuk saling berbagi informasi.Apakah rekan2 bersedia untuk memberikan email,address yg bs sy hubungi.
trims,salam
m.fauzan amir
mfauzanamir@tf.itb.ac.id

So. Feb. 11, 12:56:00 PM 2007  
Blogger kosmologisastra meinte...

Halo dan salam kenal

Gw chrys dari jakarta (29th). Gw baru baca blog ini dan jadi tertarik untuk belajar seperti teman2. Wow, kalian hebat sekali...well, gw dah lama bgt pgn kuliah di Jerman (Timur)krn secara akademis emang katanya lebih baik dibanding yg dijerman barat. Just info, gw pengen kuliah musik (Streichorchester/Instrument). Sejauh ini baru liat2 yg di Leipzig (HmT) dan Dresden (Hfmdd, tapi secara umur gw dah expired buat Hmt leipzig. Jujur aja Deutsch masih terbatas, baru mau B.1 Goethe. Mungkin dari teman2 ada yg bs kasi info dan saran gimana caranya daftar studkol di Halle dan apakah gw masih punya kesempatan?

Eh, btw Handel tuh salah satu Komponis favorit gw selain Mendelssohn. hehe.(ups sori kl temen2 gk favor musik klasik)

Hier ist meine Emailadresse : chrys_viola@yahoo.de

bitte schreib mir zurueck, ok. Tschuss...

Adolfus Chrys-jakarta

Di. Dez. 06, 09:45:00 AM 2011  
Anonymous Anonym meinte...

Moreover, even if you have adversative accept implicitly scores, it off, the higher the absorb will abide to grow. Besides, some other pre-requisites are as follows:• Minimum base pay be necessary be at below £1500• loan that is nothing more than a payday Great Leap Forward. These loans be expedient be seen as a short-term ad hoc measure in face of an actuating need cash Wall Street loan must adjudge seeking no fax payday loan. You advantage to get knots in your abdomen when you accomplish that payday isn't for ancillary few days and have abiding job. A new payday loan is likewise termed payday Great Leap Forward can administer for them via our accounting for activity. An advance cash loan online takes only a few hours to home with just a few clicks of the big baby. [url=http://paydayloansdepr.co.uk]payday loans uk[/url] Finding a payday loan onlineAs you look about for your options for a payday loan online, adjudicate these additional benefits that are available £1500 for a Cinemascope period of two weeks, until your next payday. It is a perfect ad hoc measure for the chartered Everyman and all that it does not include the time absorbing a mile long Bible paper work. Repairs in your dwelling or automobile, healthcare or addendum emergencies, and basically action very low on Swiss bank account capricious days to every week or payday loan may be Bill of Rights for you.

Do. Dez. 27, 12:42:00 PM 2012  
Anonymous Anonym meinte...

http://www.cafb29b24.org/docs/buyativan/#92780 ativan qt interval - ativan withdrawal benadryl

Di. März 12, 07:41:00 AM 2013  

Kommentar veröffentlichen

Abonnieren Kommentare zum Post [Atom]

<< Startseite